Harga Komoditas Minyak hingga Beras Turun, Sri Mulyani Beberkan Faktor Penyebabnya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agen sbobet menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan harga komoditas menurun. Menurut dia, hal itu disebabkan tidak hanya oleh faktor ekonomi seperti permintaan dan penawaran (supply dan demand).

“Dari sisi supply dan demand dengan proyeksi perekonomian dunia yang melemah, maka kecenderungan harga komoditas juga melemah,” ujar Sri Mulyani dalam acara Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Desember 2023 di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 15 Desember 2023 mahjong ways 2.

Namun karena selain faktor ekonomi itu, kata Sri Mulyani, ada faktor politik dan perang. Sehingga volatilitas akibat geopolitik ini menyebabkan kadang-kadang harga yang seharusnya melemah menjadi tiba-tiba volatile menguat.

“Secara keseluruhan atau umum beberapa komoditas yang penting bagi ekonomi Indonesia menunjukkan koreksi yang cukup signifikan,” ucap Sri Mulyani.

Beberapa komoditas itu yakni mulai dari batubara yang turun 63 persen sejak awal tahun 2023; minyak turun 14,6 persen; gas alam turun 43,7 persen; Crude Palm Oil atau CPO turun 14,8 persen; gandum turun 23,4 persen; kedelai turun hampir 5 persen; dan beras turun 6,5 persen. Semuanya dalam kondisi menurun secara Year to Date (YtD). “Ini adalah komoditas-komoditas yang penting pengaruhnya di dalam perekonomian Indonesia,” tutur dia.

Menurut dia, penurunan komoditas tentu bermanfaat terhadap pengendalian inflasi. Namun inflasi tidak hanya ditentukan oleh harga komoditas, karena bisa dipengaruhi juga dari sisi supply dan demand, bahkan nilai tukar.

Inflasi Indonesia, Sri Mulyani berujar, Indeks Harga konsumen (IHK)—indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dari suatu paket barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga—masih dalam tren yang sesuai target Bank Indonesia 2,9 persen. Di mana harga administrasi yang ditetapkan pemerintah kontribusinya menurun tajam hanya 2,1 persen.

“Ini terutama terjadi sejak September yaitu sesudah setahun dibandingkan pada saat kenaikan harga BBM tahun 2022 lalu,” kata Sri Mulyani.

Harga dari volatile food masih menunjukkan tekanan terhadap inflasi Indonesia. Di mana kontribusinya naik tajam sejak pertengahan tahun ini yakni 7,6 persen. Namun, walaupun harga beras dunia mengalami kecenderungan turun tapi harga beras dalam negeri naik 21 persen.

“Harga cabai juga mengalami kenaikan, bawang putih juga mengalami kenaikan,” ujar Sri Mulyani. “Ini yang berkontribusi terhadap inflasi yang berasal dari pangan.”